Collection
recent

PRILAKU KONSUMEN MENURUT AHLI


 Mernurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1995),

     Mendefinisukan prilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Subjek ini dapat diancangi dari beberapa perspektif yang semuanya di pertimbangkan, yaitu , :
  • Pengaruh konsumen (consumers influence),
  • Menyeluruh (wholistic) dan
  • Antar budaya (intercurtural).

Mernurut Winiardi (1991),

      Prilaku konsumen dapat dirumuskan sebagai prilaku yang di tunjukkan oleh orang-orang dalam hal merencanakan, membeli dan menggunakan barang-barang ekonomi dan jasa. Sedangkan prilaku pembeli (buyer behavior) memusatkan perhatian pada prilaku individu khusus, yang membeli produk yang bersangkutan, sekalipun orang itu tidak terlibat langsung dalam merencanakan pembelian tersebut, atau menggunakan produk tersebut. Misalnya seorang ibu rumah tangga di mintai bantuannya oleh seorang anggota rumah tanggauntuk membeli suatu produk di pasaryang kemudian mengkonsumsinya. Sebagai pembali, ibu rumah tangga tersebut memiliki pengaruh besar atas waktu, sifat dan jumlah pembelian yang dilakukan. Tetapi sekalipun demikian ibu rumah tanggatersebut hanya merupakan sebuah sumber pengaruh, dan pengaruhnya mungkin minim sekali.

Menurut pakar yang lain dalam bukunya Anwar P.M (1998) Yaitu :

- David loudon “consumer behavior may be defined as decision process and physical activity individuals angage in when evaluating, acquiring, using org disposing of goods and services.” ( prilaku konsumen dapat di definisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktifitas individu secara fisik yang melibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa.

- Gerald Zaltman dan Melanie Walendorf, menjelaskan bahwa “ consumers behavior are acts, processes and relationship exibited by individuals, group and organization in products, services and order recources.” ( prilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan social yang dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamnnya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.

Berdasarkan dua pengertian diatas, dapat di simpulkan bahwa prilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yng dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasiyang berhubungan dangan proses pengambilan keputusan dalam mendapatnkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat di pengaruhi  oleh lingkungan.

Menurut Handi irawan  prilaku konsumen Indonesia itu dikategorikan ada sepuluh,Yaitu :

1) Berfikir jangka pendek (short term perspective) ternyata sebagian konsumen di Indonesia hanyaberfikiran jangka pendek dan sulit untuk di ajak berfikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instan.

2) Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatan menarik (tanpa perencanaan sebelumnya)

3) Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indiator terjkini adalah social networking seperti facebook dan twitter sangat diminati dan di gunakan secara luas di Indonesia.

4) Gagap teknologi (not adaptive to high technology) sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum dan di gunakan kebanyakan pengguna lain

5) Berorientasi kepada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dan begitu, konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.

6) Suka buatan luar negri (Receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negri dari pada produk dalam negri, karena bias dibilang juga kualitasnya lebih bagus di bandingkan produk Indonesia.

7) Beragama ( Religius). Konsumen Indonesia sangat perduli dengan isu agama. Inilah salah satu cirri khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya, konsumen akan lebih percaya jika perjkataan itu dikemuikakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga menyukai produk yang mengusung symbol-simbol agama.

8) Gengsi ( putting prestige as important motive). Komnsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya, saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun, menurut Handi irawan, ada tiga budaya yang menyebabkan gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga membuat banyak orang untuk pamer budaya feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas social dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.

9) Budaya local (strong in subculture). Sekalipun konsumen gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahannya amat tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dangan hokum prilaku yang lain.

10) Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environtment) salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurang pedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jikamelihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat. Terutama mereka yang tinggal di perkotaan, begitu pula untuk kalangan menengah atas yang relative akan mudah faham terhadap isu lingkungan. Lagi pula mereka memiliki daya beli terhadap barang premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produkdengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.







Unknown

Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.